
Kata cinta sering saja membuat manusia tertipu, kebahagiaan duniawi yang hanya sementara sering saja membuat manusia lupa pada dunia yang kekal abadi yang telah Allah janjikan. Nikmat yang dikecapi sering saja membuatkan hati kita terluah "dunia bagai hanya ana yang yang punya". Antara cinta yang sering buat kita leka ialah cinta kepada harta benda.. wang.. pangkat malah orang-orang yang ada di sisi kita. Sebagai manusia biasa, aku juga sering lupa. Sering terbuai dengan kemewahan harta benda yang tak ternilai.. lupa bahawa ia merupakan kurniaan sementara dari Illahi.
Memetik surah Surah al-Ma’arij, ayat 11-18
“Sedang mereka saling memandang, orang kafir ingin kalaulah dia dapat menebus dirinya daripada azab hari itu dengan anak, isteri, saudara mara dan kaum keluarganya yang melindunginya di dunia, dan orang di atas bumi seluruhnya (segenap isi dunia sekalipun). Kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat! Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak. Yang menggelupas kulit kepala. Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama). Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.”
Di saat tahun 2010 masih lagi segar bugar, aku dan rakan2 sekerja sekali lagi berbunga2 dengan janji dan harapan duniawi. Bukan tidak tahu ia hanya sementara, namun itu juga yang ditunggu dan diharap. Berbagai2 harapan telah disandarkan hingga aku sendiri makin leka. Ya Allah, di kala hati ini sarat dengan nama Mu Ya Allah.. aku jadi takut dgn perlakuan ku ini. Aku takut kiranya aku terlupa pada Mu dan janji2 ku pada Mu. Doa ku panjat moga apa saja yang aku peroleh ini beroleh berkah dan rahmah dari Mu dan memberi manfaat kpd aku, keluarga dan agamaku. Demi Mu Ya Allah.
Hidup matiku ini hanya utk dan kerana Mu Ya Allah..amiin...
Dan Rasulullah SAW pernah bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnya kekayaan yang sebenar itu ialah kaya hati.”
“Dan (Ingatlah) hari (ketika) orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): Kamu sudah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu sudah bersenang-senang menikmatinya.” (Surah al-Ahqaf, ayat 20)
Memetik surah Surah al-Ma’arij, ayat 11-18
“Sedang mereka saling memandang, orang kafir ingin kalaulah dia dapat menebus dirinya daripada azab hari itu dengan anak, isteri, saudara mara dan kaum keluarganya yang melindunginya di dunia, dan orang di atas bumi seluruhnya (segenap isi dunia sekalipun). Kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat! Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak. Yang menggelupas kulit kepala. Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama). Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.”
Di saat tahun 2010 masih lagi segar bugar, aku dan rakan2 sekerja sekali lagi berbunga2 dengan janji dan harapan duniawi. Bukan tidak tahu ia hanya sementara, namun itu juga yang ditunggu dan diharap. Berbagai2 harapan telah disandarkan hingga aku sendiri makin leka. Ya Allah, di kala hati ini sarat dengan nama Mu Ya Allah.. aku jadi takut dgn perlakuan ku ini. Aku takut kiranya aku terlupa pada Mu dan janji2 ku pada Mu. Doa ku panjat moga apa saja yang aku peroleh ini beroleh berkah dan rahmah dari Mu dan memberi manfaat kpd aku, keluarga dan agamaku. Demi Mu Ya Allah.
Hidup matiku ini hanya utk dan kerana Mu Ya Allah..amiin...
Dan Rasulullah SAW pernah bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnya kekayaan yang sebenar itu ialah kaya hati.”
“Dan (Ingatlah) hari (ketika) orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): Kamu sudah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu sudah bersenang-senang menikmatinya.” (Surah al-Ahqaf, ayat 20)
1 comment:
very nice, salam
Post a Comment