Pages

Thursday, November 19, 2009

Perjalanan Yg Berpenghujung


Salam buat semua, moga rahmat Allah sentiasa bersama kita..

Sedikit tersentuh dgn beberapa post teman2 di fb dan beberapa email yang diterima. Hati keras aku ni sebenarnya sgt rapuh dgn cerita2 sedih ni. Mungkin itu antara sebab kenapa aku jadi kurang minat membaca, kurang teliti dalam memandang dan kurang peka dgn apa yang mendatang kepada aku. Mungkin dahulu aku telah puas disogokkan dengan luka cerita lama, kisah perpisahan dan kesedihan sehingga aku telah belajar menjadi manusia batu. Kurang sensitif dan buat ikut suka. Lancang berbahasa dan tak mahu mengerti hati org lain. Atau ada yang kata aku dilahirkan sebagai anak bongsu, manja.. selfish..mungkin... atau aku juga dah muak menjadi bahan gesaan dan desakan. Emm..bila dikenang balik bagaimana aku di waktu ini, betapa aku fragile dgn kenangan sehingga aku tak menjadi seorang yg ideal utk hari ini. Ntahlah...

Seorang teman terpaksa menghadapi pemergian seorang teman, menurutnya sgt baik..sukar dilupa. Dan sesungguhnya Allah telah menetapkan cukup umurnya di dunia ini dan apabila tiba masa, maka dia akan pergi meninggalkan kita. Kepastian buat die sudah pasti..confirm! Aku dan kita semua juga akan pergi tetapi bila? bagaimana? masih lagi menjadi persoalan. Sungguh, ketika aku menulis titipan ini, aku rasa sgt kalut, semak dalam fikiran..aku risau seolah bagai esok atau tak lama saja lagi giliran akan tiba. Ya Allah...sesungguhnya hambaMu ini masih goyah, tak cukup lagi bekalan ku utk mengadapMu.

Aku teringat satu perbualan antara mak, pak besau (@paklong-dlm keluarga aku kami gelar pak besar/besau<-kemelakaan :P), mak besau dan makcik patma ketika kami berkunjung ke rumah pak besau di keramat pada Hari Raya Aidilfitri yg lalu. Mereka membicarakan perihal saudara dekat kami yg membiarkan anak remaja perempuannya tidak bertudung dan bersolat seperti sewaktu kecil2 dulu. Aku hanya ingin mengambil sedikit kata2 pak besau yg aku rasa sgt mendalam maknanya, "orang muda pun akan mati, jadi apa sebab kita nak biar die buka aurat?. Kalau mati esok lusa, bukan die saja terheret ke neraka, kita dan mak bapak die sekali pun sama". Sangat sinis pak besau membahas. Aku yg mendengar dari jauh rasa terkesan dengan kata2nya. Dan apabila menghadapi pemergian sahabat kepada sahabat ini (yg dimaklumkan bari berusia 20 tahun), agama tidak mengkhaskan utk org yang telah berusia sahaja utk melaksanakan suruhan dan perintah Allah, but it's apply to all. Ya Allah, betambah getar jiwa kacau ku ini..
Dan Allah telah menyatakan di dalam Al-Qur’an, bhw setiap orang akan bertanggungjawab atas semua perbuatannya di dunia. Setiap orang akan melihat apa yang diperbuatnya, dan tak seorangpun boleh menolong orang lain.
Orang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya meminta tolong untuk dipikulkan dosanya, tak ada seorangpun akan memikulkan untuknya meskipun itu kaum kerabatnya... (Surat Al-Fatir: 18)
Sesungguhnya mengingati mati itu mendekatkan kita dengan Illahi. Moga aku dan semua mendapat rahmah dan semakin dekat dgnNya.


Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah akan menyukai pertemuan dengannya. Dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah tidak akan menyukai pertemuan dengannya. Aku bertanya: Wahai baginda, bagaimana dengan kebencian terhadap kematian karena semua kita membenci kematian? Beliau menjawab: Bukan begitu, tetapi seorang mukmin apabila diberi kabar gembira dengan rahmat Allah, keridaan dan surga-Nya, maka dia akan senang bertemu dengan Allah dan Allah akan senang bertemu dengannya. Dan sesungguhnya orang kafir apabila diberitahukan tentang siksaan serta kemurkaan Allah, maka dia akan membenci pertemuan dengan Allah sehingga Allah pun akan membenci pertemuan dengannya.

Kitab Sahih Muslim : 4845

No comments:

CONTROL-Q

 Been a looongggggg pause for this blog Planning to go blogging again with new ME  See ya